SLEMAN – Semangat literasi terus berkobar di lingkungan pendidikan Kabupaten Sleman. Kali ini, keluarga besar SMPIT Bakti Insani menorehkan prestasi melalui peluncuran buku antologi puisi terbaru berjudul “Jejak Rasa di Tanah Sleman F16” dan SMPIT Bakti Insani mendapatkan penganugerahan yang bertempat di Gubug Watu Kali, Sleman sebagai salah satu penerima predikat Sekolah Aktif Literasi Nasional pada Minggu, 10 Mei 2026.
Buku ini merupakan karya kolaboratif eksklusif yang menghimpun untaian kata puitis hasil buah pikiran siswa dan guru SMPIT Bakti Insani. Di bawah bimbingan dan koordinasi Cahyaningsih serta kerjasama dengan Dinas pendidikan dan Komunitas Yuk Menulis karya ini berhasil merangkum kecintaan mereka terhadap tanah sembada dalam bentuk karya tulis yang menyentuh.
Dalam antologi ini, para siswa dan guru mengeksplorasi berbagai tema lokal yang menjadi ciri khas Sleman. Pembaca akan disuguhkan puisi-puisi yang menggambarkan: Keindahan Alam: Keteduhan lereng Gunung Merapi dan suasana asri Kabupaten Sleman. Kearifan Lokal: Representasi budaya melalui simbol-simbol seperti batik dan buah salak. Refleksi Diri: Jejak rasa dan pengalaman emosional tinggal di tanah Sleman.
Selaku koordinator penulisan puisi Cahyaningsih menyampaikan bahwa proyek ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa percaya diri siswa dalam berkarya sekaligus memberikan teladan bahwa guru pun harus terus produktif menulis. “Melalui buku ini, kami ingin menunjukkan bahwa sinergi antara guru dan murid dapat menghasilkan karya yang abadi dan bermanfaat bagi pelestarian budaya lokal,” ujarnya.
Kehadiran buku ini juga didukung oleh Eli Ermawati selaku Kepala SMPIT Bakti Insani serta Komunitas Yuk Menulis sebagai bagian dari gerakan festival literasi. Harapannya setelah peluncuran buku pertama karya siswa SMPIT Bakti Insani menjadi inspirasi untuk generasi selanjutnya berani menyampaikan pendapat melalui tulisan yang dapat diabadikan.
